MINANG FILM FESTIVAL 2018
Posted on: November 13, 2018, by : adminfilm

Minang Film Festival merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang. Mengingat perkembangan perfilman pelajar Sumatera Barat yang semakin bergeliat, Minang Film Festival berupaya menjadi wadah perayaan dan peningkatan kreativitas bagi pelajar Sumatera Barat. Program yang diselenggarakan meliputi program diskusi film, masterclass, seminar, pemutaran film serta penganugerahan film melalui penjurian. Tema yang dipilih untuk tahun 2018 adalah “Jolong Baniah Ka Boneh” sebuah istilah dalam bahasa Minang yang bermakna proses untuk menjadi berarti.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada hari Rabu dan Kamis, 7-8 November 2018. Setelah prosesi pembukaan diselenggarakan sesi Masterclass terdiri dari kelas skenario, kelas penyutradaraan, dan kelas menejemen produksi. Program ini berupa kelas singkat bersama para dosen dari Program Studi Televisi dan Film. Harapannya dapat menunjang keberhasilan dalam pelajar Sumarea Barat dalam berkarya dan mengembangkan kompetensi diri. Sesi diskusi mengambil tema Sinergi Antara Pembuat Film dan Festival Film dengan pembicara Tommy Widiyatno (Festival Film Pelajar Jogja), Adi Osman (Andalas Film Festival) dan M. Zikra (Unit Kegiatan Film dan Fotografi – UNP). Harapannya pertemuan-pertemuan yang terjadi dalam festival film menciptakan interaksi antara pembuat film dengan kelompok pembuat film lainnya. Interaksi tersebut sekaligus akan menjadi pertemuan ide, gagasan, dan pengetahuan. Seiring perjalanan waktu, pembuat film akan semakin matang dengan berbagai referensi dan pengetahuan akan menjadikannya berisi. Para panelis sangat dihaharapkan dapat memberikan wawasan tentang penyelenggaran festival serta berkontribusi untuk kreatifitas produksi film.
Sementara itu pada sesi pemutaran film menghadirkan film Surau dan Silek produksi Mahakarya Pictures, arahan sutradara Arief Malin Mudo. Sesi ini akan disertai dengan diskusi bersama sutradara dan diselenggarakan dalam rangka penggalangan dana untuk donasi bagi korban bencana alam Palu, Sigi dan Donggala. Perolehan tiket dari pemutaran ini akan didonasikan seluruhnya untuk korban bencana alam. Kesempatan ini akan dijadikan ladang amal, pertukaran informasi tentang produksi film dan berbagi pengalaman, mengingat Arief Malin Mudo adalah alumni dari Program Studi Televisi dan Film ISI Padangpanjang. Dalam esempatan ini terkumpul dana donasi sebesar Rp. 3.960.000,-
Penyelenggaraan hari kedua berlangsung Kamis, 8 November 2018. Sesi ini menghadirkan diskusi dengan bahasan tentang Kreativitas dalam Produksi Film dengan pembicara Bobby Prasetyo (sutradara film), Findo Bramata (komunitas film Relair Cinema) dan Benny Sumarna (komunitas apresiasi film). Sesi seminar nasional menghadirkan tema Pengembangan Profesi Dunia Perfilman bersama akademisi bidang film, Naswan (Asosiasi Prodi Film dan Televisi) dan Arturo GP (Lembaga Sensor Film).
Pada malam penganugerahan akan diserahkan penghargaan kepada film pelajar Sumatera Barat yang telah masuk dalam penjurian. Anugerah tersebut meliputi Siriah Gadang, anugerah yang diberikan kepada film pelajar dengan ide, cerita dan penggarapan terbaik melalui penjurian. Kaluak Paku, Anugerah yang diberikan kepada film pelajar dengan teknik sinematik terbaik melalui penjurian. Tampuak Manggih, anugerah yang diberikan kepada film pelajar dengan naratif terbaik melalui penjurian. Pucuak Rabuang, anugerah yang diberikan kepada film pelajar yang memiliki pesan inspiratif melalui penjurian. Bungo Lado, anugerah yang diberikan juri kepada film pelajar terpilih. Seluruh kegiatan dipusatkan di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padangpanjang. (YK-2018).